Pages

Selamat datang di BlogRijal.. Hanya ingin share coret-coretan ku yang bukan sekedar coret-coretan.. Saling berbagi inspirasi dan motivasi.. Semoga bermanfaat.. :)



09 August 2009

Jangan pernah berhenti memukul, sampai pukulan yang ke-1000.

Di suatu desa terpencil, tinggallah seorang pemuda yang terkenal sangat pemberani, memiliki tekad yang kuat, dan gagah berani. Pemuda tersebut bernama Jaka. Jaka beperawakan kecil, berkulit legam, dan berpakaian lusuh. Ia adalah seorang anak dari keluarga miskin yang mencukupi kebutuhan hidupnya dengan bertani.

Hingga tiba suatu hari, terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan jalanan tertutup oleh tumpukan tanah yang sangat tinggi. Seluruh warga desa bergotong-royong membersihkan jalanan tersebut, karena jalan tersebut adalah akses jalan satu2nya menuju desa itu. Tapi, timbul sebuah masalah besar. Ada sebuah batu besar yang menutupi hampir seluruh badan jalan, sehingga tak ada yang dapat melewati batu tersebut. Berbagai macam cara dikerahkan untuk dapat memindahkan batu tersebut, namun belum juga berhasil. Apalagi untuk menghancurkan batu tersebut, mustahil.

Hari kian gelap, dan malam pun turun. Semua warga kembali ke rumah mereka masing2. Namun, hanya satu orang yang tetap tinggal disana. Ia adalah Jaka. Jaka masih terus memikirkan cara untuk dapat menyingkirkan batu itu dari jalan. Ia sangat resah karena sebentar lagi musim panen. Jika musim panen datang, sedangkan batu ini masih juga menutupi akses jalan satu2nya di desa itu, maka akan sangat menyulitkan untuk menjual hasil panen tersebut. Bukan hanya ia dan keluarganya yang akan disulitkan, tapi juga mayoritas warga desa tersebut. Namun, karena malam kian larut, ia pun akhirnya pulang ke rumah.

Sesampainya ia di rumah, ia masih terus memikirkan masalah batu tersebut. Hingga ia mendapatkan ide yang cukup ekstrim. Ia berfikir mengapa tidak bergotong-royong saja untuk menghancurkan batu itu. Namun, ia berfikir lagi bahwa rasanya itu mustahil.

Keesokkan harinya ia mengumpulkan warga lalu memberitahukan idenya tersebut. Semua warga tercengang mendengarkan ide gilanya itu. Bahkan, ada beberapa orang yang menyatakan bahwa Jaka telah gila. Tapi, ia tetap gigih mempertahankan idenya itu. Akhirnya, ia mendapatkan dukungan dari beberapa orang yang mengenal baik dirinya dan percaya akan kesungguhannya.

Mereka pun langsung menyiapkan peralatan lalu pergi menuju batu tersebut. Hari beranjak siang, namun belum ada tanda2 bahwa batu itu akan hancur. Mereka pun istirahat. Selepas shalat dzuhur, pekerjaan itu pun kembali dilanjutkan. Banyak warga yang simpatik dengan Jaka dan kawan2, mereka datang untuk memberikan dukungan. Namun, langit mulai redup, dan senja pun datang. Masih belum juga ada tanda2 batu itu akan hancur, retak pun tidak. Banyak warga yang pulang, bahkan ada yang mulai mengejek2 Jaka. Tapi Jaka tak pernah menyerah.

Kawan2 jaka telah kehabisan tenaga. Mereka pun memutuskan untuk berhenti dan bergegas pulang. Namun, Jaka tidak pupus semangat. Ia tetap memukul batu tersebut hingga tangannya mulai berdarah. Ia sangat yakin bahwa apa yang ia lakukan akan bermanfaat bagi keluarga dan seluruh warga desanya.

Tak terasa adzan Maghrib dikumandangkan. Baru saja seluruh orang yang datang berbalik badan hendak pulang. Namun.. Tepat pada pukulan yang ke-1000 menurut perhitungan Jaka, dengan menyuarakan takbir sekeras2nya, ia pun memukul batu tersebut dengan segenap tenaga terakhir yang ia punya, dengan tangan yang berdarah-darah.

ALLAHU AKBAR!!!

Sungguh ke-Mahaagung-an dari Allah SWT, akhirnya batu itu pun terbelah menjadi beberapa bagian. Sontak para warga yang hendak pulang langsung berbalik badan kembali, dan terkejut karena kini batu besar itu sudah menjadi bongkahan batu2 yang kecil. Seluruh warga pun bersorak gembira. Mereka langsung menolong Jaka yang tergeletak lemah di antara bongkahan2 batu. Dengan senyum kecil, ia mengucapkan, “Subhanallah wabihamdihi..”

Apa yang bisa kita ambil dari cerita ini?
Walaupun kita memiliki banyak kekurangan, walau kita bukan orang kaya, bukan anak pejabat, bahkan tidak memiliki apa-apa. Namun, jangan pernah semua itu membuat kita berputus-asa. Memang untuk mencapai kesuksesan itu tidaklah mudah, butuh perjuangan dan pengorbanan. Segalanya butuh yang namanya PROSES. Apakah batu itu hancur karena pukulan Jaka yang ke-1000? Tentu bukan! Batu itu hancur karena Jaka dan kawan2nya telah memukul batu itu sebanyak SERIBU KALI!

Walaupun ada sekelompok orang yang membenci kita, dengki terhadap kita, atau bahkan ingin menjatuhkan kita. Tapi, INGAT! JANGAN MEMBUAT KITA MENYERAH! Luruskan niat dalam hati, tetapkan tekad dalam diri, lakukan dengan ikhlas sepenuh hati. Yakinlah bahwa apa yang kita kerjakan akan bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Maka percayalah! Bantuan Allah akan datang.
“... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Q.S Yusuf (12) : 87)

Jadi, jangan pernah berhenti memukul, sampai pukulan yang ke-1000.
JANGAN PERNAH MENYERAH!!! WALAU HARUS 1000 KALI KITA JATUH DAN BANGKIT!
Mari kawan, kita jemput takdir kita. Kita gapai kesuksesan kita.
Yakinlah bahwa Allah senantiasa bersama kita, bila hati kita selalu bersamanya.

Ditulis oleh: Rizal N. Ahmadi
(Dengan inspirasi yang datang dari Allah SWT. melalui motivator2 yang tidak bisa disebutkan satu persatu).
Mohon sebarkan cerita ini, agar lebih bermanfaat untuk kita semua.
http://blogrijal.blogspot.com

0 komentar:

Post a Comment